Assalamu'alaikum,
Hai Keluarga Indonesia... Kali ini saya masih menyambung cerita tabungan Gavin. Ceritanya sudah saya tulis DISINI. Jadi saat saya mengajak Gavin untuk membuka tabungan anak, waktu itu saya baru menyetorkan uang kertasnya saja karena uang recehnya belum sempat saya hitung.
Akhirnya sekian hari kemudian, pecahan-pecahan koin logam tersebut saya kelompokkan. Ada logam recehan apa saja? Lengkap, ada:
- koin 100 rupiah
- koin 200 rupiah
- koin 500 rupiah
- koin 1000 rupiah
Saya masukkin deh ke kantong plastik kiloan kemudian pergi ke bank. Saya datang lagi ingin menyetorkan sisa uang celengan Gavin tersebut sekaligus membuka tabungan baru. Tabungan untuk saya yang bebas administrasi bulanan. Hitung-hitung kalau mengantar Gavin nanti saya bisa sambil nabung juga. Walaupun cuma sedikit tapi rutin.
Setelah mengantri, giliran saya ke teller, begitu saya bilang maksud saya, mbak teller langsung menolak menghitung koin yang saya bawa. Dia bilang saya harus menyelotipnya dulu masing-masing uang per 10 pcs koin.
Saya pun batal menyetorkan mereka. Saya nggak langsung pulang karena masih satu ada urusan lagi, ke Customer Service. Di CS, sambil memberikan dokumen pendukung untuk membuka tabungan baru saya menyampaikan perihal tadi. Serta merta mbak CS langsung menawarkan bantuan untuk merapihkan uang logam Gavin seperti yang dimaksud teller.
Saya berterima kasih sekali atas kebaikannya, tapi sayang Gavin sudah sudah rewel minta pulang. Jadi saya nggak meneruskan urusan menyelotip uang logam di sana. Singkat cerita recehannya pulang ke rumah lagi.
Kemudian adik saya juga seorang teman menyarankan,
"Tuker aja di Alfa atau Indomaret. Mereka malah seneng kalo ada yang nuker recehan."
Okesip, nice info. Lain hari saya pun bertanya langsung ke pramuniaga di Indomaret yang biasa saya datangi. Dan betul, mbaknya langsung meng-iyakan.
"Iya boleh Bu nukerin disini."
Ya saya cari yang paling praktis. Apalagi uangnya pun sudah saya sortir dan nominalnya sudah saya tulis di plastik. Daripada saya harus nyelotipin lagi satu-satu #takutngantuk. Seminggu kemudian gembolan koin saya bawa ke Indomaret. Langsung diterima dan dihitung begitu ketemu kasir.
Baru sampai koin 500 dan 1000 rupiah, si mbak langsung memberikan tukaran uang kertasnya pada saya. "Loh mbak, nggak dihitung dulu semuanya", jawab saya. Ia menjawab, "Sudah nggak apa-apa Bu." Ia percaya saja sama total uang yang saya sebutkan dan juga memastikannya lagi dengan menjumlahkan angka yang saya tulis di plastik. Semuanya 132 ribu rupiah.
Hehe ya sudah, mbaknya yang mau. Takut nanti kelamaan ditungguin sama customer lain. Karena saya sering bolak-balik Indomaret itu, saya ngomong lagi ke mbaknya,
"Nanti dihitung saja ya mbak (habis saya pulang). Kalau nggak sesuai saya balikin lagi uangnya."
Mbak manis Indomaret pun mengangguk-angguk.
Alhamdulillah... beres satu kerjaan. Siap-siap disetorin :) Terima kasih banyak ya mbak. Saya terbantu sekali. Yok pada rajin-rajin ngumpuling recehan, nggak terasa tau-tau jadi banyak #whoknows. Lalu tinggal ditukar ke Alfa atau Indomaret #jadiemas. Amin. Semoga bermanfaat. Wassalam.
Mbak manis Indomaret pun mengangguk-angguk.
Alhamdulillah... beres satu kerjaan. Siap-siap disetorin :) Terima kasih banyak ya mbak. Saya terbantu sekali. Yok pada rajin-rajin ngumpuling recehan, nggak terasa tau-tau jadi banyak #whoknows. Lalu tinggal ditukar ke Alfa atau Indomaret #jadiemas. Amin. Semoga bermanfaat. Wassalam.
' 'cari aja instagram dan twitternya @deravee
jangan lupa follow ya :)
be happy,
@deravee
jangan lupa follow ya :)
be happy,
@deravee