Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Hai Keluarga Indonesia, long time no see for a very very looooongg time =D Mulai dari mana ya kita? Waktu begitu cepat berlalu, sejak awal blogging anakku masih di TK A, and now, sekarang Gavin sudah menjadi anak SMA. Masya Allah, Alhamdulillah.
Pada akhir kegiatan di SMP-nya Gav, dilaksanakan syukuran kelulusan atau wisuda yang kerap disebut dengan istilah Akhirussanah. Acaranya berlangsung di sebuah venue di Bekasi pada bulan Juni 2026. Tema acaranya adalah tradisional adat Bali sehingga semua agenda acara disesuaikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan nuansa Pulau Dewata. Mulai dari dekorasi, musik, tari-tarian, latar panggung serta pakaian yang dikenakan peserta acara. Berhubung saya termasuk anggota komite sekolah, jadi deh saya memakai kebaya bertemakan adat Bali.
Ide tersebut dicetuskan oleh ketua komite dan ketua angkatan kami, Bu Apro dan Bu Kris dengan team leader oleh Bu Nia. Wah, seru dan menarik kan.... karena kebanyakan dari kami bukan berasal dari suku Bali, saya berasal dari keturunan suku Minang, teman-teman lainnya ada yang berasal dari suku Sunda, Jawa, Minang juga, Lampung dan lain-lain. Oleh karenanya kami dapat menambah ilmu untuk belajar mengenai pakaian tradisional adat Bali. Sebagai komite kami pun turut membantu pengadaan seragam baik untuk murid-murid, guru, tata usaha serta kami sendiri sebagai anggotanya. Semuanya dikerjakan bersama-sama sebagai komite sekolah kelas IX angkatan 2025/2026.
Baca juga: Tari Kecak Uluwatu, Wajib Nonton Langsung!
Seragam Akhirussanah Tema Adat Bali
Yuk kita bedah lebih lanjut mengenai bagian dari seragam tema baju adat Bali yang kami kenakan. Terdiri dari kebaya perempuan dan beskap laki-laki.
Disclaimer:
Seragamnya berupa baju adat tradisional Bali model sederhana ya Bun... jadi mohon untuk tidak dibandingkan dengan pakaian tradisional adat Bali secara sempurna. Mungkin saja ada yang kurang tepat dengan budaya aslinya.
Kriteria Seragam Laki-laki
Kriteria Seragam Perempuan
Infografis Seragam Akhirussanah Tradisional Tema Adat Bali
Dapat kita lihat seperti di atas, seragam laki-laki terdiri dari;
- Penutup kepala khas Bali yang disebut Udeng.
- Atasan yaitu baju Beskap/kemeja Bali
- Bawahan yaitu kain yang terdiri dari 2 bagian: kamen dan saput.
Kamen yaitu kain polos dengan wiron berwarna, memiliki tali lilit agar dapat diikat dan panjang sampai setengah betis.
Saput yaitu kain lapisan luar dengan bordir motif Bali dengan panjang kain 70-85cm di atas kamen.
- Bros yang dipasang pada bagian tengah beskap.
- Alas kaki: selop.
Bagian seragam perempuan:
- Atasan berupa kebaya brokat. Dapat dijahit dengan model sesuai minat masing-masing.
- Bawahan yaitu kamen adalah kain lapisan luar dengan bordir motif Bali dengan panjang kain sampai menutupi mata kaki.
- Obi yaitu kain yang dililitkan di pinggang dengan warna yang berbeda dengan warna kebaya berukuran panjang 2 meter dan lebar 75cm.
- Bros yang dipasang pada obi.
- Alas kaki: selop.
Vendor
Proses pengadaan seragam dilakukan secara bertahap. Tentunya dengan mencari bahan terlebih dahulu. Bahan atasan laki-laki dan perempuan kami beli dari toko bahan Fancy di Mayestik, Kebayoran Jakarta Selatan. Kain bawahan laki-laki dan perempuan harus dipesan langsung dari Bali.
Daftar vendor yang digunakan:
- Penjahit:
LAPAXA
Jl. Industri 1 Jl. Pik Penggilingan, Penggilingan, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13940
- Bahan beskap, brokat kebaya, hijab dan bahan obi:
Fancy Textile & Tailor 1
Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Kamen, Saput dan Udeng setengah jadi:
Wahyu Textile (Tempat Produksi Kain)
Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali
https://maps.app.goo.gl/KccyfTukiMR4bX5T7
Kebaya Bali Wahyu Grosir dan Ecer (Toko di Denpasar)
Gg. Monyet No.9, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80221
https://maps.app.goo.gl/zaQAug1tJuLA881A6
Bros: Pasar Jatinegara.
![]() |
| Saat acara berlangsung |
![]() |
| Suasana Akhirussanah bersama Teman-teman Komite Kelas IX (Jamiyyah) |
Alhamdulillah, pada hari H kami pun dapat memakai seragam sesuai rencana. Warna kebaya saya dan teman-teman adalah hijau lemon. Atasan kebaya merupakan bahan brokat yang dijahit di sebuah konveksi milik orang tua murid yaitu LAPAXA. Bawahan merupakan kain Kamen yang dipesan dari Bali, kemudian kami jahit masing-masing menjadi rok. Sukaa banget deh dengan warna pakaian, motif kain, padu-padan gaya tradisional Bali ini. Semuanya terasa begitu indah, selaras dan menjadi bagian dari pelestarian budaya nasional. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Wassalam.
Love,
deravee













