Daftar Persiapan Merantau ke Beijing, China

Thursday, July 02, 2020


beasiswa pemerintah china

Assalamu'alaikum,
Hai Keluarga Indonesia, semoga bahagia selalu. Seorang teman Insya Allah akan berangkat merantau ke Beijing jika situasi pandemi sudah membaik. Kebetulan belum pernah membuat daftar keperluan apa saja yang perlu dibawa pindahan, sekalian saya dokumentasikan saja di blog. Terima kasih inspirasinya Mba Laili.

DAFTAR PERSIAPAN MERANTAU KE BEIJING
A. Dokumen Perizinan
Persiapan paling utama dan harus lengkap. Paspor dan visa sesuai kebutuhan keberangkatan. Mohon maaf saya tidak menjelaskan secara rinci. Mengenai visa Cina dapat dicari di Google dan dipelajari sendiri.
- Paspor
- Visa kerja
- Visa belajar (kursus, sekolah ataupun kuliah)
- Visa turis sementara bagi anggota keluarga yang akan ikut menetap
- Surat tugas dari Instansi yang menugaskan
- SKCK
- Hasil medical check-up
- KTP, KK, SIM, NPWP, Akta Kelahiran
serta dokumen penting lainnya

A1. Dokumen Persiapan Sekolah Anak 
- Copy rapor sekolah di Indonesia
- Surat rekomendasi sekolah
- Surat keterangan bersekolah di sekolah Indo
- Tambahan dari teman:
Surat keterangan lengkap/sertifikat "imunisasi wajib" resmi dari Dokter/RS
*Saat mendaftarkan Gavin di sekolah di Beijing saya tidak dimintakan data ini
- Pas foto anak (3x4 dan 4x6)

B. Tempat tinggal

C. Pakaian
Beijing memiliki 4 musim yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Karena kita berasal dari negara tropis, tidak semua orang memiliki baju musim dingin. Daftar outfit yang perlu diperhatikan dibandingkan poin lain.

Menurut saya untuk jaket atau mantel dan baju hangat tidak perlu bawa banyak-banyak. Karena sampai sana coat dan sweater dengan model-model yang kece bikin greget untuk dibeli dengan harga yang lebih murah. Juga akan membutuhkan banyak ruang di koper jika membawa banyak-banyak.
C1. Winter Outfit
- Coat (1)
- Jaket (1)
- Sweater (2)
- Long jhon
- Kupluk
- Syal
- Masker
- Sarung tangan
- Kaos kaki
- Sepatu  
- Boots (bisa beli disana)
- Pakaian pribadi lainnya sesuai kebutuhan 

Waktu mengalami puncaknya dingin di sana temperatur subuh sempat mencapai -16'C. Pagi-pagi sekitar -7'C atau -6'C, siang hari sekitar -3'C ke atas. Tips untuk mengatasi dingin perlu memakai baju beberapa lapis, full perlengkapan, dan menggunakan jaket yang betul-betul kuat menahan angin agar tidak tembus ke badan. Saya membelinya di Uniqlo di Beijing karena coat dari Indonesia yang saya punya sudah tidak mumpuni.

beasiswa pemerintah china SGC

beasiswa pemerintah china

Lagi dingin-dinginnya, -2'C jalan-jalan ke Forbidden City
C2. Pakaian Diplomatik
Kebutuhan ini tergantung penugasan teman-teman di sana. Jika teman-teman dari instansi pemerintahan mungkin akan lebih banyak menghadiri acara formal, perlu beberapa stok setelan jas, blazer dan kebaya.

Saya tidak termasuk anggota ibu-ibu darmawanita seperti umumnya mereka yang suaminya bekerja di instansi pemerintahan. Jadi pengalaman saya hanya sesekali menghadiri undangan hari nasional seperti Hari Kartini, Hari Kemerdekaan, atau undangan tertentu. Tidak terlalu membutuhkan banyak kebaya.
- Setelan resmi (jas pria dan blazer wanita)   
- Kebaya
- Baju batik
- Baju adat (min 1)
- Baju adat anak (min 1)

D. Perawatan Pribadi
Sesuai kebutuhan.
- sabun
- shampoo
- odol
- pelembab
- perawatan kulit
- pembalut wanita
- popok sekali pakai
- balsam
- minyak kayu putih dll

Saat winter kulit betul-betul cepat kering. Malah bisa sampai berkerak kalau lama tidak diberikan pelembab. Jadi memang harus rajin memakai body lotion dan pelembab wajah tiap beberapa waktu. Setalah agak lama berada di sana saya mulai menggunakan sabun, shampoo juga body lotion yang dijual di supermarket. Kata suami kadar melembabkannya akan lebih tinggi, berbeda dengan produk keluaran negara kita yang memiliki cuaca tropis.

E. Obat-obatan
Sesuai kebutuhan.
Obat-obatan umum dapat dibawa. Saya juga memasukkannya ke bagasi dan Alhamdulillah aman. 
Obat sakit kepala, flu, batuk, diare, maag, kolesterol, asam urat, asma, obat tetes mata, obat alergi, vitamin dan lain-lain. 

F. Makanan
Juga menjadi bagian paling penting untuk dipersiapkan. Sebelum lidah menyesuaikan dengan makanan di sana, minimal bekal dapat cukup untuk 1 minggu pertama. Saya agak lama beradaptasi soal rasa dan aroma dengan makanan restoran di Beijing. Kemudian begitu sampai mungkin teman-teman akan sedikit surprise dengan wangi-wangi semerbak dari kedai makanan yang menyebar di jalan.
halal food beijing
Nom-nom Beijing
F1. Makanan Halal
- Restoran halal di Beijing ada banyak
- Kangen masakan Indonesia? Ada kedai delivery online khas Nusantara bernama Nom-nom
- Pasar-pasar menjual daging halal di toko berlabel "halal"
- Produk olahan daging beku juga dapat dibeli di toko halal di lokasi masjid-masjid
- Mini market dan supermarket tertentu menjual produk minuman, snack dsb berlabel halal
- Kampus-kampus juga memiliki mini market halal dan kantin halal 
F2. Perbekalan
- Rendang
- Kering kentang, teri kacang, kering tempe
- Abon
- Ayam ungkep
- Frozen food
- Mie instan
- Teh, susu, gula, kopi 
- Kecap manis & asin, sambal kemasan, saos tiram
- Bon cabe
- Saus sambal sachet 
- Bumbu instan
- Bumbu dapur lengkap
- mentega, meises, selai coklat
- Cemilan anak
- Emping, kerupuk udang
- Produk kemasan lain sesuai kesukaan

Paket bumbu dapur di Pasar Sanlintun harganya 9 Yuan/bungkus (2019)
Mi goreng +62, harganya 4 Yuan/pcs (2019)
Sayur dan buah di sana melimpah ruah, segar, berukuran besar dan beraneka ragam, pokoknya ngiler deh. Bumbu dapur seperti rempah Indonesia tidak semuanya ada di pasar dan supermarket. Untuk persiapan awal lebih baik membawa dari Indo bagi perantau yang berencana masak sendiri.

Bawang putih dan jahe banyak dijual, kunyit dan kencur tidak saya temukan. Daun jeruk, sereh, dan lengkuas harganya mahal, saya pernah melihatnya di pasar Sanlintun. Bawang merah dan cabainya berbeda. Saya selalu stok cabai rawit, cabai merah dan bawang merah sendiri.  

G. Buku, alat tulis, alat makan dan lain-lain
- Buku bacaan, buku pelajaran, alat tulis dan lain-lain
>> Bagi calon siswa, sesuaikan dengan kebutuhan studinya
>> Bagi non mahasiswa, seperlunya, tidak usah banyak-banyak. Inget space dan jatah bagasi ketika pulang nanti, karena riskan akan membeli banyak barang baru di sana.
- Peralatan makan seperlunya

H. Perangkat elektronik
Dilarang meletakkan power bank di bagasi.
Bawa sesuai kebutuhan.

I. Messenger dan koneksi internet
Perlu di install di Indo:
- We Chat
- VPN
- m-banking atau i-banking

Saat di Beijing akan menggunakan messenger China yaitu We Chat. Aplikasi Google serta lainnya tidak dapat diakses karena di blokir oleh pemerintah Tiongkok. Untuk dapat menggunakannya dengan "meng-ON-kan" aplikasi VPN. VPN yang dapat di donlot contohnya: turbo, thunder, express, psiphon, astrill.

Setelah di ibu kota negara Panda saya membeli sim card dari provider setempat. Agar dapat menggunakan telepon juga internet. Untuk melakukan kegiatan transfer bank Alhamdulillah saya tetap dapat menggunakan klik-BCA maupun m-BCA saya. Aplikasi penting dalam bahasa Mandarin lainnya yang dapat teman-teman donlot yaitu Baidu, Taobao, Alipay.

J. Komunitas Warga Indo
Setidaknya bagi teman-teman yang akan berangkat sudah punya minimal 1 orang kenalan yang dapat berbahasa Mandarin. Agar dapat memandu dalam menggunakan alat-alat elektronik di sana, memberikan berbagai informasi, serta membantu menjadi penerjemah dengan staf apartemen.

Terdapat komunitas warga Indonesia juga di We Chat, untuk bergabung boleh kontak saya agar saya bantu menghubungkan dengan adminnya. Sekian informasi yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu juga bagi siapa saja yang hendak bertugas keluar negeri. Mohon ditambahkan bila ada yang kurang. Semoga bermanfaat, wassalam.

Love,
deravee
(IG dan Twitter)
 
Nom-nom Beijing
+86 1861 253 9909

You Might Also Like

28 comments

  1. Dari dulu aku slalu berharaaaaap banget bisa ngerasain pindah2 gini apalagi negara yg 4 musim :D. Keinget dulu cerita2 seru mertua pas msh jd diplomat dan hrs pindah2.

    Tp memang, pindahan dan mempersiapkan barang bawaan aku tau ga gampang. ruibeeet pasti :D. Mama mertua sampe hrs ngirim barang2 ya lwt kargo laut dan jgn tanya biayanya berapa ... Pdhl harusnya jgn membeli barang terlalu banyak di sana kan yaa :p. Tp mama mertua itu sama kayak aku, terlalu suka shopping :p hahahhaha. Apalagi pas penempatan di Finland, yg mana kristal2nya bagus2 banget. Lgs lah mama borong segala macam, dan balik ke Indonesia dikirim pake kargo laut tadi.

    Adekku yg sempet ngerasain stay di Jepang 2 thn, Tiap kali aku ksana, pasti nitip berbagai macam bumbu rempah. Ama bumbu masakan instan, Sampe pernah gudeg kaleng. Di Jepang lebih susah nyari rempah2 Krn makanan mereka LBH less bumbu kan . China mungkin msh lebih banyakan walo rada mahal :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi... udah cita-cita ya mba Fan tinggal di luar.. ternyata banyak cerita-cerita dari mertua dan adik ya. Iya memang pengalaman berharga dan kesempatan yang ga datang 2 kali ya. Awalnya aja yang lumayan beradaptasi, kalo udah lancar ternyata nyaman. Ogitu ya klo makanan Jepang. Iya betul klo di China justru makin beraneka ragam lagi rempahnya, makasi banyak sharingnya mba:)

      Delete
  2. Info ini pastinya sangat dibutuhkan teman2 yang akan studi ataupun menetap di sana.

    Gak kebayang ribetnya menggunakan alat elektronik yg petunjuknya aksara Tiongkok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamin.. iya Bang Day, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mampir

      Delete
  3. Terima kasih ilmu barunya, Mbak. Jadi kayak lengkuas,sereh, kencur ini susah dicari ya? Semisal nih ya, nanam sendiri kira-kira bisa tumbuh nggak, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, nggak semua pasar ada. Pernah aku dapet yang paket ada serehnya itu tapi mahal. Kalau laos kunyit belum nemu. Bisa mba Insya Allah kalau mau coba nanam. Tinggal cari info tentang pot dan tanahnya bisa cari dimana ya

      Delete
  4. Hwaaa, super duper lengkaaappp
    Ini berlaku untuk siapapun yg mau merantau ke negara/benua lain ya

    ReplyDelete
  5. Info yang bermanfaat, Mbak..lengkap
    Sayangnya aku ikut suami ke Amerika untuk 2 tahun kuliah bukan bekerja. Mana masih dalam kondisi punya utang KPR hihi, ga punya aset apapun, jadi deh cuma bawa 2 koper ke sana untuk aku, suami, sulung yang balita dan bungsu yang 2 bulan
    Kalau ingat itu (2009) sungguh kuterharu betapa kami bisa menjalani semua itu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah mba.. boyongan dengan jarak yang jauh ya. Berhasil cuma bawa 2 koper ya.. huwaa.. kok bisa? ������

      Delete
  6. Lengkap banget ini bisa banget jadi referensi kalau kapan-kapan harus berkunjung ke negara lain ya mb, apalagi untuk waktu yang cukup lama. Karena terlihat simpel dan bisa dijalanin sambil jalan tetap aja kadang nyesel kalau ada yang belum dipersiapkan dengan baik. Semoga selalu sehat ya mb.

    ReplyDelete
  7. Semoga pandemi segera berlalu supaya teman mbak cepat bisa pindahan ya. Seru sekali bisa merantau ke negara lain, pasti banyak kisah yg bsa d bagikan

    ReplyDelete
  8. Terima kasih ulasanya mbak, bisa jadi referensi kalau suatu hari nanti bisa mengunjungi Beijing. Peesiapannya harus benar2 mateng dan detil ya, aplagi masalah dokumen penting untuk sekolah dan kepindahan.

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah tidak bisa membayangkan saya mbak, merantau keluar negeri pasti barang bawaanya seabrek ya mbak. Anyway, Indomie masih jadi selera yang sama buat kita ya mbak. Hehe

    ReplyDelete
  10. Wahh.... Indomie sudah sampai di negara tirai bambuuuu. Udah nyobain Indomie-nyakah? Apakah rasanya sama kayak di Indonesia? Masakan di sana mungkin lebih familiar kali ya. Mengingat di Indonesia banyak Chinese food. Terima kasih tulisannya. Mudah-mudahan kelak bisa berkunjung di negara itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa.. ngeliat indomi kayak ketemu sodara sendiri hahaha.. aku lupa udah coba yang mie rebus apa belom. Mi gorengnya udah coba.. dari mie nya agak lebih kering, rasa bumbu mirip. Tapi masih jauh lebih enak mi goreng aslinya dr indo hehe

      Delete
  11. iya bener, coat di sana lebih bervariasi dan kece pastinya ya. Apalagi soal harga, kayaknya lebih murah di sana pastinya.

    Seru ya ngebacanya, tapi yang ngelakuin ini hahaha. Saya yang kemarin pindahan beda kota aja lumayan rempong, dua kali PP truk untuk angkut barang-barang hihihi.

    ReplyDelete
  12. Semoga China sudah lebih safe ya, saya kudet soal kondisinya. Atau pandeminya cepat usai. Yang pasti butuh ini data kelengkapan dokumen nih. Makasih mba infonya

    ReplyDelete
  13. Keren mbak, detail banget persiapannya. Yang mau merantau keluar negeri wajib baca artikelnya mbak nih. Dan mudah-mudahan suatu saat nanti juga aku bisa menampakan kaki di luar negeri, aamiin

    ReplyDelete
  14. Seru ya kalau bisa tinggal di luar negeri.. tapi memang butuh persiapan yang oke biar di sana nggak culture shock ya.

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Penasaran dengan rasa restoran halal china nih Mba, saya baru ciba satu di Indonesia, dan saya suka. Kata Suami yang pernah kesana rasanya enak banget. Makasih ya Mba artikelnya membantu banget buat saya yang punya cita-cita kesana next time.

    ReplyDelete
  17. Klo pas merantau gt, kegiatan beribadahnya gmn mbak..
    Mudah apa susah cari tempat ibadah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk salat 5 waktu lebih banyak dikerjakan dulu di tempat tinggal mba sebelum pergi, atau pulang sebelum lewat waktu solat. Tapi untuk masjid di kota Beijing terhitung banyak dan mudah dijangkau. Mengadakan solat Jumat juga. Hanya saja kalau ke mall2 gitu belum ada musholla

      Delete
  18. Seperti kayu putih, shampoo, bodi lotion dll yg cair gitu emang bawa dari Indonesia bisa ya? Bukankah di bandara diperiksa dan dikatakan dilarang?

    Senang ya bisa punya pengalaman di negara orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa mba, masuk koper. Kalau di kabin, bisa bawa cairan maksimal 100ml. Pengalaman masuk ke bandara Beijing, Alhamdulillah barang bawaan aman, termasuk makanan. Yang ketat setau aku ke Amerika dan Eropa, ketat untuk makanan berupa makanan basah atau matang

      Delete
  19. Wuaa pasti seru dan mendebarkan ya mba waktu mau pindahannya. Dan bener sih kalau mau pindah apalagi ke LN kudu cek ricek dulu biar mateng. dan yang paling penting persiapan mental biar ga syok budaya ya... Nice sharing

    ReplyDelete
  20. Lengkap sekali informasinya. Saya sendiri, ingin berkunjung ke banyak negara luar. Baru ke Malaysia saja. Itu pun tidak banyak tempat yang didatangi. Untuk menetap lama, entah lah. Dari mana jalannya. Meski ada keinginan, tapi sepertinya sebatas impian. Jadi curcol ha ha ha

    ReplyDelete
  21. Masha Allah mba, sy pindah kosan sj rempong apalagi pindah negara ya

    ReplyDelete

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Komen yuuk.... :)

Cara isi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL blog yaa... jangan url postingan. Terima kasih temaan.... :-*

@deravee

Subscribe