Ke Museum Nasional Saat Festival Habibie

Wednesday, August 17, 2016

museum nasional
Ke Museum Nasional Saat Festival Habibie || www.dewiratihpurnama.com
Assalamu'alaikum,
Hai.... hari Minggu tanggal 14 Agustus 2016 Gavin dateng ke Festival Habibie loch. Hemm, ke Festival Habibie apa cuma ke museumnya aja ya?!! Kelihatannya lebih cocok dibilang ke Museum Nasional pas Festival Habibie! Iyaa....  soalnya ........................

Biar lengkap, diceritain dari awal dulu, sini sini gelar tiker... Jadi, pas hari Sabtu, sehari sebelumnya saya, Gavin dan papi lagi jalan mau cari jajanan, saya iseng aja bilang, ada pameran iptek nih Pi di Museum Nasional. Tapi saya ngomong gitu pun nggak ada rencana apapun sebelumnya untuk dateng ke Festival Habibie yang diselenggarakan pas tanggal 11-14 Agustus 2016 di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 12 DKI Jakarta. Eh ternyata nggak minta disambit, gayung bersambut. "Dimana?", kata papi, "Ya udah kesana aja". Tapi berhubung jamnya udah nanggung, sebentar lagi sore dan museumnya tutup, papi bilang, "Besok aja pagi-pagi kita kesana."

Asyiikk....

Minggu pagi yang terencana, kami sudah siap, sebelum pergi kami menjemput kakek nenek untuk ikut serta. Sampe daerah jalan Merdeka kami menuju belakang Museum Nasional, di museumnya sendiri nggak ada halaman parkir. Papi memarkir kendaraan di Gedung Mandiri. Lalu kami berlima jalan kaki menuju museum. Lumayan jaraknya, dari situ aja udah rame banget. Rame banget?! ni orang-orang pada mau ke Festival Habibie juga?

Dan begitu sampe di halaman depannya Museum Nasional, Ooh My God, penuhh!!! Sana sini penuh, ketika mau lewat badan kami selalu berselisihan dengan orang lain. Cuaca cerah, masih di depan tapi kami udah mulai megap-megap, kepanasan. Wih, hebat juga sampe segitu padetnya. Seneng sih, berarti warga Jakarta dan sekitarnya makin melek wisata edukatif. Antusiasmenya oke banget. Kami sampe bingung, mau ke mana, masuk ke dalamnya di mana.

Rangkaian Festival Habibie yang diadakan selama 4 hari ini terdiri dari berbagai kegiatan, seperti workshop, pameran teknologi dan inovasi. Informasi lengkapnya dapat dibaca di www.habibiefestival.com. Acara-acara tersebut digelar baik di halaman maupun di dalam museum. Di luar ini anak-anak juga bisa melihat dan memasuki perahu tradisional serta kepala pesawat yang dipajang di halaman gedung.

Gavin dan mami papi ingin masuk ke dalam museum, kakek dan nenek mau menunggu di luar saja katanya. Setelah melewati kerumunan orang, workshop DaVinci Educations, patung gajah, seni instalasi ombak manusia, kita mencari pintu masuk. Ngantrii... Penuhnya warbiyasak. Banyak anak-anak sekolah, TK, SD, SMP yang datang rombongan untuk study tour. Kita beli tiket terus masuk, HTM dewasa 5 ribu rupiah dan anak 2 ribu rupiah.

festival habibie
Patung gajah perunggu lambang Museum Nasional

museum nasional
Jangan terbawa arus?

festival habibie museum nasional
Habibie Festival: Merayakan 80 tahun dedikasi dan komitmen untuk masa depan Indonesia
festival habibie
kepala pesawat di halaman Museum Nasional
Tempat kami masuk adalah pintu utara Museum Nasional, bangunannya disebut Gedung Arca. Begitu masuk kita berada di ruangan terbuka yang penuh arca dan prasasti. Saya sangat excited, pegang-pegang ah patungnya, prasasti beneran, dari batu dan keras *iyalah*, serta banyak lekukan. Standing applause untuk pembuatnya. Dari situ ada halaman luas yang juga terdapat banyak prasasti terhampar di atas rumput hijau.

Kami berjalan melalui sisi kanan, melewati patung berderet-deret. Keren, ini warisan budaya bangsa Indonesia, banyak banget. Cuma Mami Gavin nggak terlalu leluasa untuk ngambil foto. Kami jalan cepat-cepat, takut Gavin nggak kuat. Udaranya panas, bajunya sudah lepek, basah kuyup.

Setelah melewati patung-patung, ketemu pintu dan ruangan lagi yang merupakan pintu masuk ke dalam gedung museum. Kita belok kiri, dan di sana adalah ruangan penyimpanan barang-barang bersejarah peninggalan pendduduk nusantara di masa lampau, lengkap dari bebagai daerah. Di pajang di dalam etalase kaca, ada replika rumah-rumah adat, peralatan memasak, perlengkapan bercocok tanam, alat musik, juga terdapat koleksi keramik dari tanah air dan negara-negara Asia.

Seru, menambah wawasan, hanya saja lampunya remang-remang. Agak susah dapet foto yang bagus. Di sini kami belum juga menemukan tempat Festival Habibie. Harusnya memang kalau mau langsung ke hall exhibition, dari pintu depan kami belok kanan. Kami pun lanjut mencari hall Festival Teknologi dan Inovasi tersebut. Masih melewati berbagai miniatur benda-benda kuno masyarakat tanah air. Nemu miniatur pedesaan Sumatera Barat ^^

festival habibie museum nasional
@ Gedung Arca, Museum Nasional Indonesia

festival habibie museum nasional
Papan keterangan benda-benda kuno yang dipajang

festival habibie
Miniatur pedesaan Sumatera Barat

festival habibie museum nasional
Replika rumah Toraja
Akhirnya ketemu juga sama ruangan Festival Habibie, adanya di lobby utama Gedung Gajah. Masuknya ngantri lagi, hah, pingsan. Di sana-sini banyak orang. Sudah pukul 12 WIB, nggak sedikit pengunjung yang lesehan untuk makan siang , asik ya piknik.

Ragu-ragu banget, masuk apa nggak, takut nggak bisa nafas. Sampe dempet-dempetan masuknya, pintunya kecil dan harus berbagi lagi sama pengunjung yang mau keluar ruangan, merdeka! Setelah sekitar 10 meter desek-desekkan, kami bisa bernafas dalam. Huah.... lumayan ada space legaan di depan stand PT. Sritex. AC nya bener-bener sudah nggak terasa. Kami nggak fokus lagi mau lihat apa. Panas dan pengap. Kunjungan kami sepertinya adalah puncaknya pengunjung ke festival, karena selain hari ini hari Minggu, juga hari terakhir pameran diadakan.

festival habibe
Seneng kan nggak cuma sale di mal aja yang diserbu warga
festival habibie museum nasional
"Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan berarti lebih dari siapapun" - BJ Habibie

Di dalam hall adalah stand-stand inovasi teknologi dari berbagai perusahaan dan organisasi yang berbasis sains dan teknologi. Selayang pandang saya melihat stand PT. Dirgantara yang memajang miniatur pesawat beukuran besar, stand Sritex memajang pakaian tentara, Pindad mempertunjukkan berbagai senapan mutakhir. Kami lewatin semua semua .--. tapi di stand Pindad, papi sempet gendong Gavin sebentar untuk melihat senapan dari dekat. Sesudah itu langsung menuju pintu keluar.

Saya menggandeng Gavin untuk berhenti, di dekat foto-foto kenangan Habibie dan Ainun. Hanya untuk minum sebentar. Sepertinya masih banyak yang menarik, tapi kami sudah nggak kondusif di sini. Saya juga nggak banyak mengambil foto. Kami lanjut mencari pintu keluar gedung, sampai luar papi mencari kakek dan nenek. Langit mendung dan gerimis turun, ya udah, langsung balik ke mobil. Sambil lari-lari kecil supaya nggak makin kebasahan. Sampai mobil hujan pun tambah besar kemudian kami beranjak pulang. Tamat.

So... rasa yang dulu pernah ada bukan rasa festival, tapi rasa museum :) :) That's okey.. Alhamdulillah kan sudah tahu Museum Nasional, maybe someday aku kan kembali, melihat-lihat arca <3 <3. Semoga yang akan datang masih ada lagi Festival Habibie dengan tempat yang lebih luas dan pendingin ruangan yang memadai. Wassalam.

Be happy,
@deravee

You Might Also Like

34 comments

  1. Seru ya mba acaranya, sayang banget aju gk bisa dateng

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seru nih Siti, banyak workshop menarik, aku juga dateng tapi ngga ngikutin, semoga bakal ada lagi ya, nyok kita kesana bareng :D

      Delete
  2. wah seru nuh kayaknya acaranya, sayang aku jauh, jadi engga bisa dateng. ketemu sama bapak habibi kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Acaranya seru, tempatnya juga menarik nih mas..Nggak ketemu sama eyang Habibie-nya, liat foto-fotonya aja hehe

      Delete
  3. kliatan seru dan ramai ya acaranya...

    ReplyDelete
  4. Acara semacam ini pasti selalu diserbu pengunjung ya, dari fotonya keliatan rame banget sampai berdesakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, Alhamdulillah yaa, peminatnya tinggi, ga nyangka juga

      Delete
  5. baru kali ini deh dengar Museum Nasional penuh sesak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wehehehe...iya ya Bunda, sampe penuh dimana-mana

      Delete
  6. wah seru yaa.., sayang aku nggak sempet ke sana waktu itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Zata, workshop anaknya juga bagus-bagus..moga bakal diadain lagi ya

      Delete
  7. Untung ada minum ya mi, kalo engga? Gimana coba? :') I miss you mamiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ngga ada, beli teh tarik enak kali yaa ;) ;) misyutu bundaaa

      Delete
  8. waaahh seru banget mbak, kemarin cuma lewat aja depan museum gajah krn rame banget males masuknya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba Muthia, ternyata rame banget..hihi udah tau pas lewat ya mba

      Delete
  9. Kapan yah di daerah saya juga ada acara seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Share dan mention artikel ini mas ke medsos pemda nya, hehe, siapa tau tergugah, amin amin amin

      Delete
  10. Wah seru banget acaranya, sayang baru tau dan dah lewat, ya. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kali aja ada festival peringatan ke-81 yaaa ;)

      Delete
  11. Aku pernah sekali ke museum ini jaman SMA dan sepi banget. Gila ini ramenya ya Maaaaakkkk. Seneng sih liatnya kalo museum rame giniii, tapi jadi nggak nyaman juga ya pas disanaaa. Hihihiii. Gavin protes nggak mak rame beginih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya jadi nggak dapet ilmu dari festivalnya maak, hikss... Alhamdulillah ngga protes mak, kitanya yang kasian bajunya sampe basah bolak balik hihihi

      Delete
  12. Bertahun-tahun di jakarta, belum sempat ke museum ini. sekarang tinggal di Bekasi berasa jauh dari mana-mana..huhhu

    Btw Pak Habibie pas muda gagah juga yak.. #Salah fokus..xD


    Btw salam kenal mbaaa ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha..iya emang gagah ya..wah mak Az, satu planet kita :p makasi udah mampir ya

      Delete
  13. Kemaren ga sempet ke sana huhu, ramai banget ya. Bersyukur banget ada acara kaya gini yang menghidupkan kembali keberadaan museum biar ga cuma orang bule aja yang datengin museum

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener ya Peh..keren penggagasnya, karena jadi pada tahu gimana Museum Nasional, bagus banget ternyata

      Delete
  14. Penuh banget ya mak katanya.

    Sempet pengin ke sana jadi ciut karena katanya full banget hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ga cari info dulu mak In, pas dateng pas hari trakhir nyatanya gitu yaa hihi

      Delete
  15. Wah.. keren ya, Indonesia memang luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, luar biasa, apalagi kekayaan budayanya

      Delete
  16. Terakhir ke monas study tour kelas 1 SMA hihihi, nanti ajak Hana kesana ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa, tapi jarang ya anak sma tur ke monas?hihi..sma mana mak?hayukk Hana ke museum, seru deh:)

      Delete
  17. di jkrta ya mbak.. sayangnya saya di semarang.. jadi ketinggalan informasi nih mbak.. smga ada lg bar bisa ke jkrta lg.. hehe.. soalnya baca cerita mbak seru bnget

    ReplyDelete
  18. tempat yang menarik sekali untuk di kunjungi..

    ReplyDelete

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Komen yuuk.... :)

Cara isi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL blog yaa... jangan url postingan. Terima kasih temaan.... :-*

@deravee

Subscribe