Menantang Diri Sendiri Naik Subway di Beijing - Cina

Tuesday, June 18, 2019

Beijing subway cina

Assalamu'alaikum,
Haii... semoga masih ada yang menantikan update dari Dewi Ratih ya :) maklum jarang nulis.

Boleh dibilang mencoba naik transportasi umum di Beijing menjadi kemewahan tersendiri bagi saya. Baru hitungan jari soalnya. Jadi selalu seneng deh kalau ada yang mengajak naik si cepat ini. Subway atau ditie dalam pinyin (alphabetical dalam Bahasa Mandarin).

Lalu H+4 lebaran saya memberanikan diri untuk naik kereta bawah tanah tersebut hanya berdua Gavin. Biasanya selalu bareng dengan papi atau teman-teman. Saat itu papi sedang mendampingi tamu dari Jakarta jalan-jalan. Saya pun sengaja tidak minta dijemput oleh adik-adik mahasiswi. Jeng...  jeng.... tantangan nih ceritanya! Jadi... dari apartemen berangkat sendiri dulu baru kemudian janjian dengan Yuni dan Dita, anak Indo yang sedang berkuliah di sini.

Sebelum pergi lumayan perang batin dulu. Yakin bisa nih? Kalau nekat ngebolang sendirian sih sering, tetapi bawa-bawa Gavin, agak goyah juga nih. Tapi masa iya sih nggak bisa. Toh beberapa kali naik sebelumnya saya sudah mengerti caranya. Kalau ketergantungan terus, nanti nggak ada kemajuan dong?!

Karena selama ini saya tinggal ngebuntutin yang mengajak pergi. Dag dig dug  hati ini. Duh sebegitu challenging-nya. Nerima lamaran kamu aja nggak segalau ini #$%

Beijing subway cina

Kenapa masih ragu-ragu? karena kalau bingung di jalan khawatir sulit meminta bantuan, seperti
1. Kendala komunikasi, hampir semua warga Beijing maupun petugas di jalan yang saya temui tidak dapat berbahasa Inggris. Jadi istilah 'malu bertanya sesat di jalan' kayanya nggak pas, adanya 'mau bertanya awas makin sesat' T_T.

Ingat, jangan sampai tidak tahu bagaimana cara naik sunway-nya, bingung arah tujuan atau nyasar sedangkan teman-teman tidak bisa berbahasa Mandarin, karena sekalipun berkomunikasi menggunakan Google Translate pada prakteknya tidak semudah iklannya.

Kita mungkin bisa bertanya dengan teks di hp, nah... pas mereka jawab lewat voice dan diterjemahin sama mbah Google, terjemahannya belum tentu sesuai apa maksud orang tersebut. Bisa-bisa makin simpang siur. Kadang-kadang ada juga yang dapat berbahasa Inggris, tetapi karena pengaruh logat bahasa lokalnya, pengalaman saya pribadi sering susah menangkap ucapan orang tersebut. Ini dikarenakan pelafalan kata bahasa Inggrisnya menjadi berubah.

2. Pastikan kita mengetahui akan menggunakan LINE yang mana, karena jika salah line, jarak line satu dengan line lainnya cukup jauh walaupun berada pada satu stasiun yang sama. Balik arah ke line asal akan menguras tenaga.
Naik eskalator untuk keluar dari bawah tanah setelah sampai di stasiun tujuan

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan untuk menggunakan subway? Diantaranya sebagai berikut,
1. Sudah memiliki kartunya. Satu kartu transportasi ini dapat digunakan untuk 2 moda transportasi publik di Beijing, subway dan bus.
2. Pastikan kartu transportmu sudah memiliki saldo yang cukup.
3. Download Baidu Map untuk navigasi perjalanan atau selalu minta panduan trip dari teman yang sudah mengerti hilir mudik dengan subway.
4. Memastikan tujuan, mau kemana dan stasiun apa yang paling dekat dengan tujuan teman-teman, line berapa dan exit mana yang akan digunakan serta apakah diperlukan "transfer antar line".
5. Poin nomor 4 dapat dengan mudah dicek di Baidu Map atau Apple Map. Trip kamu akan dengan lengkap dipaparkan mulai dari keberangkatan sejak dari tempat tinggal kita, durasi perjalanan, urutan subway yang digunakan hingga lama berjalan kaki yang harus dilakukan. Akurasi lama perjalanan biasanya selalu sesuai.
6. Menggunakan sepatu yang nyaman karena dari pintu masuk subway di atas tanah hingga tepat di depan pintu kereta jaraknya lumayan jauh.
7. Sesuaikan pakaian dan kebutuhan pribadi dengan cuaca.
8. Siapkan stamina.
Pos pemeriksaan menuju subway

Dekorasi koridor di Line 1 Beijing Subway, merupakan line pertama yang dibangun di Beijing (sejak 1969), text pada papan penunjuk sebagian belum lengkap dengan Bahasa Inggris


Jadi hari Sabtu itu 8 Juni 2019 saya mau cuci mata di Nanluoguxiang. Yuni bilang lokasi tersebut adalah pertokoan yang berada di Hutong, bekas komplek penduduk Tiongkok yang dijadikan tempat wisata. Saya dipandu untuk menaiki Line 6, turun di stasiun Nanluoguxiang dan keluar di Exit E.

Yes, let's go! Kebetulan Line 6 dapat langsung dinaiki dari stasiun terdekat dari tempat tinggal saya. Untungnya saya tidak perlu transfer antar line dulu. Bismillah, saya pun memulai trip berdua si jagoan. Saya membaca petunjuk yang tertera, koridor kiri atau kanan yang mengarah ke Nanluoguxiang serta melewati berapa stasiun untuk mencapainya.

Tentang Beijing Subway:
1. Terdapat 18 Line yang terdapat di Beijing dan kemungkinan akan terus bertambah (wikipedia).
2. Jam operasional subway mulai dari pukul 5 subuh hingga pukul 11-12 malam, tergantung masing-masing stasiun.
3. Petunjuk arah, line, peta jalan dan tanda-tanda lainnya sudah dibuat sangat mudah untuk dipahami oleh penumpang lokal maupun turis serta sudah dilengkapi dengan text Bahasa Inggris.
4. Koridor subway dengan arah yang berlawanan tidak bersebelahan. Dipisahkan dengan bagian tengah tempat penumpang menunggu kedatangan kereta. Dan line dengan angka berbeda akan berada di lokasi lain, maksudnya rel keretanya tidak berjejer berurutan. Nanti tinggal membaca petunjuk arah di mana letak line yang kita tuju.
4. Pada setiap stasiun akan ada pos pemeriksaan yang dijaga oleh 3-6 orang petugas serta pemeriksaan barang bawaan melalui mesin x-ray.
5. Kartu transport dapat dibeli di stasiun mana saja seharga 20 Yuan* tetapi belum termasuk saldo dan bisa di top-up di mesin-mesin yang tersedia di setiap stasiun.
6. Tarif satu kali trip bergantung pada jarak, umumnya berkisar antara 3-6 Yuan*.
7. Setiap stasiun akan memiliki suasana dan dekorasi yang berbeda yang dapat menjadi keunikan tersendiri bagi para pelancong.
8. Pada musim liburan, jam berangkat dan pulang kerja subway akan padat penumpang.
9. Memiliki tingkat keamanan yang baik.
10. Ongkos subway dapat juga dibayar melalui wechat pay atau alipay dari aplikasi yang bernama 易通行 Yitongxing.
11. Akan ada pemberitahuan lewat pengeras suara setiap kereta bawah tanah akan berhenti di stasiun yang berikutnya.
12. Terdapat tayangan iklan yang tampil di pintu kaca dan jendela gelap subway bagaikan iklan di layar televisi kamu.




Wuuz... wuuzz... jalannya kencang sekali. Hore saya dan Gavin berhasil naik subway sendiri, Alhamdulillah. Naik kereta canggih bikin seneng. Adem dan nyaman juga bersih. Jangan lupa berpegangan erat ya jika tidak kebagian tempat duduk dan selalu memperhatikan anak serta barang bawaan.

Turun dari subway saya mencari meeting-point kami. Berhubung sudah summer saya sengaja menunggu di dalam stasiun dulu sebelum naik karena cuaca di luar panas sekali. Kalau pengalaman teman-teman dengan transportasi publik di luar negeri bagaimana? Share juga ya di kolom komentar. Semoga bermanfaat, wassalam.

Love,
deravee

*rate 1 Yuan = antara 2000 - 2100 Rupiah

'follow ya instagram dan twitter-nya @deravee

You Might Also Like

5 comments

  1. Wah pasti senang ya jalan-jalan dan naik subwaynya...petunjuknya bahasa inggriskah mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa.. Alhamdulillah, seru.. iya ada text Bhs Inggrisnya mba di setiap stasiun

      Delete
  2. waktu ke beijing dulu sayangnya aku ga cobain samasekali subwaynya. cuma taxi ama bus :D. waktu itu lg hamil sebulan mba, jd suami lbh milih naik taxi banyakan :D.

    pengalaman ku naik public transport yg paling berkesan ya pasti di Jepang. 2 minggu full, tanpa suami, jelajah jepang dr utara ampe selatan :D. wkwkwkwjwk itu rekor buatku. Kalo pak suami ikut, ga ada spesialnya naik transport umum gini, krn dia memang jago :D.

    tp aku buta arah, dan bisa dibilang ga akan bisa inget jalan kalo hanya sekali lewat hahahahah... emg sih ada temenku, sama2 ce, tp sama2 buta arah juga hahahaha . dan kita survive

    ReplyDelete
  3. Emang perjuangan ya naik transportasi umum tuh. Gak di luar negeri, gak di negeri sendiri. Jadi inget aku hampir kecopetan waktu mo naik busway di Jakarta, ada di http://www.tikacerita.com/2018/09/naik-busway-dari-blok-m-ke-bsd-nyaris.html?m=1

    ReplyDelete
  4. Aku nggak pernah melewatkan naik subway di kota mana pun yang kukunjungi. Naik transportasi umum adalah cara untuk berkenalan dengan suatu kota and live like a local. Apalagi aku memang kereta :D

    Menurutku, kunci naik subway adalah paham mau naik dari stasiun mana, ambil line apa arah apa, transit di mana (jika perlu), dan turun di stasiun mana. Aku belum pernah coba subway di Beijing, tapi aku bisa survive di Bangkok dan Hong Kong yang notabene juga sedikit orang yang bisa berbahasa Inggris.

    ReplyDelete

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Komen yuuk.... :)

Cara isi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL blog yaa... jangan url postingan. Terima kasih temaan.... :-*

@deravee

Subscribe