Jadwal Masakan Lebaran

Wednesday, August 12, 2015



lampirkan banner ini yaa di tulisanmu ;)


Alhamdulillah tahun ini Saya kembali melewati Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga kecil Saya, yaitu bersama suami dan anak, dan lebaran ini adalah lebaran ketiga yang kami rayakan bersama di istana kami. Persiapan lebaran dilakukan bersama-sama dan saling berbagi tugas. Sebagai nyonyanya rumah, tugas menyiapkan hidangan lebaran siap dilaksanakan.

Yang harus dicatat adalah, di rumah, Saya dibantu oleh asisten rumah tangga (ART) yang bekerja pulang pergi hanya selama 2 jam per hari, dan Gavin yang masih usia balita sedang aktif-aktifnya bermain. Hemm.. Jadi, ngga mungkin semua hidangan serta persiapannya bisa selesai dalam 1 hari kan?! Bisa-bisa malah ngga jadi makan ketupat nanti, karena Saya tetap harus membagi waktu mengurus anak, memasak untuk berbuka, dan mengurus rumah setelah ART pulang. Oleh karenanya, semua pekerjaan yang terkait hidangan lebaran harus dicicil.


Menu lebarannya : 

  • Ketupat
  • Sayur labu siam
  • Rendang
  • Telor balado
  • Sambal
  • dan Emping.


Saya pun mengambil ancang-ancang, mau masak apa saja, bahannya apa, kapan dan dimana membelinya, dan akhirnya, semuanya dikerjakan dengan bertahap. Ini dia jadwal spesial cerita dapur lebaran Saya, yang dimulai dari H-5 atau 5 hari sebelum Idul Fitri, yang tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jum’at, 17 Juli 2015:


Jadwal Belanja dan Memasak Lebaran Mami Gavin


H-5      : Minggu, 12 Juli 2015

>>>> Belanja daging sapi <<<<
Mumpung hari Minggu, hari Minggu terakhir sebelum lebaran nich! Ada Papi Gavin di rumah, Saya bisa minta diantar untuk berbelanja ke supermarket, belanja daging sapi. Saya pun belanja daging sebanyak 1,5 kg. Satu kilo untuk dimasak rendang, sisanya disimpan untuk cadangan.



H-4      : Senin,13 Juli 2015

>>>> Eksekusi rendang <<<<
Pagi hari Saya sudah memotong-motong daging yang akan direndang, kemudian Saya berbelanja santan kelapa dan bumbu dapur ke pasar, pulang dari pasar Saya langsung memasak. Sore harinya... rendang satu kilo pun sudah matang, dicicipin donk, waoww… enak! Satu kilo rendang terlalu banyak hanya untuk Saya dan suami, kalau Gavin belum bisa makan rendang karena pedas. Jadi setengahnya memang sudah Saya niatkan untuk diberikan kepada Ibu Mertua. Setelah didinginkan pada suhu ruang, rendang pun Saya simpan dahulu di lemari pendingin.

Rendang saat baru mulai dimasak


H-2      : Rabu, 15 Juli 2015

>>>> Hunting daun ketupat yuk…! <<<<

Nah, hari ini jadwalnya belanja daun ketupat beserta keperluan sayur-menyayur. Saya pun membeli labu siam, santan kelapa, petai serta emping. Sampai di rumah Saya menyiangi labu, mencuci daun ketupat, mengupas petai dan bumbu dapur, ART membantu menggoreng emping. Setelah dingin, emping disimpan di toples.

Berhubung hari raya masih 2 hari lagi, jadi Saya ngga langsung masak sayur dan ketupatnya di hari ini, besok saja biar masakan lebih segar nanti. Jadi bahan-bahan sayuran cukup disiangi dan santan direbus sampai matang. Labu siam parut, bumbu dan santannya di simpan dahulu di lemari pendingin.


H-1      : Kamis, 16 Juli 2015

>>>> Ketupat, sayur, dan telor balado siap dimasak! <<<<

Sisa satu hari sebelum lebaran, waktunya memasak sayur. Jadwal terakhir ini Saya tutup dengan mengisi ketupat dan merebusnya, memasak sayur labu, telor balado, dan sambal goreng. Ada asistennya loch yang bantuin ngisi ketupat, si ganteng dari Bekasi, hehehe…. *emak narsis*


Sayur Labu Kuning Pasangan Ketupat
  

Gavin ikut bantuin ngisi ketupat


Alhamdulillah, selesai juga hidangan untuk Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Pagi hari sehabis salat eid Saya segera menyiapkan semua hidangan, dan menatanya di meja, spesial untuk Suami tercinta. Suami pun sudah menanti untuk menyantap hidangan lebaran. Gimana tuch rasanya??hehehe… Insya Allah,dijamin inget sama yang masak #eeh

Perjalanan panjang ya untuk sebuah sajian, tetapi ada kepuasan tersendiri, karena semua hasil masakan sendiri. Sebenarnya apapun keperluannya, baik itu memasak maupun pekerjaan lain, tentu hasilnya akan lebih baik jika dipersiapkan dengan matang dan rinci, setidaknya meminimalisir kegagalan. Kalau toh gagal, masih punya waktu cadangan untuk bikin lagi. 

Semoga tulisan Saya bisa turut menginspirasi dan menyemangati buibu atau siapa saja yang mau menyiapkan hidangan spesial, khususnya hidangan lebaran. Jangan ragu untuk mencoba, dengan berani mencoba insya Allah kita dapat meningkatkan tingkat kemampuan kita. Selain itu, walaupun Saya sudah tau resepnya, Saya tetap mencari referensi resep lain dari YouTube. Asyik banget, dari situ Saya bisa bandingin bagaimana cara dan bahan dari resep yang Saya gunakan, juga bisa cari inspirasi metode memasak yang baru. Insya Allah akan Saya coba nanti.  Oh iya, untuk resep masing-masing masakan, yang pingin tahu bisa kontak jaringan pribadi ya.
Sumber
  

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya. Minal Aidin Wal Faidzin. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.






Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.com, Mukena Katun Jepang Nanida,  Benoa Kreati, Sanderm, Dhofaro, dan Minikinizz.


Yuk ikutan juga berbagi kisah inspiratif lebaran di Kontes Blog Giveaway Lebaran Bersama HeyDeeRahma dan menangkan beragam hadiah menarik.




Wassalam,




Dewi dan Keluarga

#GiveAwayLebaran





 

You Might Also Like

8 comments

  1. umumnya masakan bersantan ada di setiap rumah saat lebaran, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya Mak Mir, masakan standar:D yg lain nupang icip d rumah org ;p

      Delete
  2. biasanya orang nulis itinenary travelling, ini ada itinenary masakan lebaran.. keren mak!

    salam kenal ya mak dewi, terimakasih sudah ikut #GiveAwayLebaran..
    sering-sering main ke blogku yaa :)

    =Dee=

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi banyak mak Dee :") iya salam kenal mak.. Iyaa mak, sukses, muach :-*

      Delete
  3. Hadeuhhh waktu lebaran gak terlalu menikmati rendang soalnya ada banyak, sekarang malah mupeng pas gak ada heuheu

    ReplyDelete
  4. Hihi iya ya ep, di inget2 abis lebaran kayanya aku juga belom makan rendang lagi =))

    ReplyDelete
  5. Wah pinter juga bikin ktupan, aku ga bisa ngrangkai janurnya

    ReplyDelete
  6. Daun ketupatnya beli jadi nit, pas ngisinya tinggal dibuka sedikit aja daunnya, yuk2 cobain next lebaran:)

    ReplyDelete

Komen aja nggak papa kok jangan malu-malu. Pilih NAME/URL dan isi dengan URL blog ya, jangan url postingan. Terima kasih temaan....

@deravee

Subscribe